‘App Success With Google’ Training – Sukses Raup Pasar Negeri Sendiri

‘App Success With Google’ Training – Sukses Raup Pasar Negeri Sendiri

Begini ceritanya..

Muqadimah

Sekitar sebulan lalu, Charlie NumberSeven yang sudah tak asing lagi sebagai Founder Maliome  dan startup didalamnya itu mendapatkan email dari seseorang dengan embel-embel @google.com. Wah, artinya ni olang emang diakui sebagai karyawan Google Inc donk.

Namanya Liz Yepsen, yang ternyata adalah Program Manager Google Developers, tepatnya mengurusi Google Launchpad, bagian dari Google Developers yang khusus memberikan edukasi dan bertujuan mendorong komunitas membuat aplikasi yang sukses.

Google Launchpad

Google Launchpad

“Launchpad provides you with the technology, events, online resources, expertise and community to launch and scale your app.” begitu dituliskan dalam laman resmi Google Launchpad.

Mbak Liz tertarik untuk mengadakan training tersebut bersama keluarga Maliome. Tentu saja, kita sangat deg-degan bahagia membaca ajakan tersebut melalui email. Setelah melalui ini dan itu, akhirnya ditetapkan tanggal 27 Agustus kemarin waktu dilaksanakannya training, sekaligus pertama di Jogja sebelum ke Jogja Digital Valley keesokan harinya.

Acara apa sih ini?

Ada dua jenis jawaban, yang pertama adalah bagian dari promosi Google agar semakin banyak aplikasi di Google Play dengan market Indonesia, dan yang kedua ‘Mendorong agar pelaku digital Indonesia lebih kreatif dalam menciptakan aplikasi dan sesuai dengan pasar Indonesia’. Karena bagaimanapun, kita orang Indonesia kemungkinan besar lebih memahami behavior masyarakat kita.

Jadi, Bagaimana Membangun Aplikasi yang Sukses?

1. SOLVE A PROBLEM

Solve a Problem

Solve a Problem

Yang pertama adalah, sebuah teknologi yang mampu menyelesaikan atau membantu masalah banyak orang. Meskipun kita punya banyak masalah, tapi kalau suruh cari masalah yang kaya begini ini kadang-kadang susah. Tapi pasti ada, masalah yang sering kita hadapi dan banyak orang diluar sana juga menghadapinya. Balik lagi, masalah yang akan kita cari solusinya itu adalah masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat kita.

Salah satu hal mengejutkan, Mbak Liz Yepsen terheran-heran, beberapa top aplikasi Indonesia di Google Play, bisa dibilang masih ketinggalan dari segi kualitas. Tetapi angka jumlah download dan rating, membuktikan bahwa pengguna menyukai aplikasi tersebut.

Aplikasi Kalender

Aplikasi Kalender

Contoh : Aplikasi Kalender

Aplikasi diatas dipasang lebih dari 100.000 pengguna, dengan rating sangat baik yaitu 4.4. Padahal, Google sendiri sudah menyediakan sebuah aplikasi kalender bawaan dengan desain dan fitur yang lebih baik.

“What’s happen here?” kata Mbak Liz.

Bisa dilihat dari sceenshot diatas, desain yang digunakan terbilang sederhana. Bahkan, tulisan ‘touch here to change the image‘ juga nampak kurang harmonis. Tetapi jumlah download dan rating menjadi salah satu bukti nyata bahwa pengguna suka.

Ada lagi aplikasi ‘Ngomong Jawa” yang juga angka download nya berkisar 100.000-500.000 kali dengan rating 4.2.

“Mereka ga pake teknologi yang rumit, tapi mereka dapet duit yang nyata”. kata Mbak Liz kemudian.

Meski dibuat dengan teknologi dan desain yang sederhana, tetapi jika itu menjadi solusi bagi kebutuhan mereka, pengguna akan dengan senang hati menggunakan aplikasi tersebut bahkan memberi rating bagus.

2. SOLVE IT DIFFERENTLY BETTER

Dari beberapa studi kasus yang dicontohkan, Mbak Liz kemudian memberikan insight selanjutnya, agar kita-kita bisa menghadirkan solusi dari masalah yang dihadapi dengan lebih baik. Tentunya, banyak programmer handal yang bisa membuat aplikasi-aplikasi yang lebih baik dari sisi desain, fitur, fungsional, dan juga kemudahan penggunaan.

3. SOLVE A REAL PROBLEM

Tidak harus menciptakan aplikasi yang paling rumit, tetapi yang utama adalah solusi atas masalah nyata yang dihadapi banyak orang. Dicontohkan ada beberapa aplikasi mengenai jadwal commuter di Jakarta, aplikasi pesan makanan, atau seperti diatas aplikasi sederhana mengenai kalender.

Beberapa startup yang mencoba menangani masalah ini dengan baik, berhasil memperoleh funding dari investor untuk memperbaiki dan mengembangkan startup yang dibuat. Contoh saja Female Daily yang berusaha mengatasi permasalahan seputar wanita, mendapat kucuran dana 12 miliar rupiah dari Ideosource dan partisipasi SMDV serta Convergence Accel.

Ada salah satu contoh menarik lagi mengenai betapa simpelnya sebuah aplikasi yang mengherankan bagi Mbak Liz, kenapa itu bisa laris di Indonesia. Sebuah aplikasi harga handphone. Ternyata, banyak orang Indonesia yang sudah memiliki smartphone ingin mengetahui harga handphone terkini. Padahal, dalam aplikasi tersebut hanya tertera tipe handphone, spesifikasi dalam bahasa Inggris, dan perkiraan harga. Nyatanya, aplikasi itu laris manis diunduh para pengguna Android Indonesia.

“Jadi, orang-orang ini menggunakan smartphone, dan mencari harga smartphone lain melalui aplikasi?” 

4. PICK WIDE OPEN SPACES

Pick Wide Open Spaces

Menghadirkan solusi berbentuk teknologi, menjadikan jangkauan kita lebih luas dan berpotensi besar. Contohnya beberapa hal berikut :

Membuat sesuatu menjadi online, mempercepat pekerjaan, membuat komunitas, marketplace yang mempertemukan penjual dan pembeli, dan lainnya. Solusi yang bisa menyelesaikan problem banyak orang, akan berpotensi tumbuh lebih besar.

5. YOU!=USER

You Are Not Your User

Ketika kita memiliki product, atau solusi dari sebuah masalah, kita tidak bisa menganggap bahwa apa yang kita buat sudah pasti cocok dengan user. Karena pola pikir kita sebagai creator dengan user ada kalanya berbeda. Perbedaan tersebut bukan untuk membuat kita menjadi pesimis, tetapi justru menjadi umpan balik yang akan berguna demi pengembangan selanjutnya. Lebih lanjut mengenai peran user yang sangat besar, Liz mencontohkannya di point terakhir.

6. DELIVER ON TECH

Deliver On Tech

Ya, karena tema nya technology, tentu saja kita ditantang untuk membuat sebuah solusi menggunakan teknologi, salah satunya berbasis aplikasi. Aplikasi dibuat untuk memudahkan atau menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pengguna.

Contoh aplikasi jadwal kereta KRL di Jakarta, yang membuat pengguna tidak harus mencatat atau malah ngeprint jadwal kereta dan membawanya kemana-mana. Cukup membuka aplikasi dari handphone, user bisa mengetahui kapan jadwal keberangkatan dari stasiun terdekat mereka. Selama solusi tersebut bisa dilakukan untuk memudahkan, dan bisa dibuat menggunakan teknologi, ada potensi disana.

7. SHOUT (and listen) FROM THE ROOFTOPS

Disinilah pentingnya bagaimana umpan balik dari pengguna. Liz mencontohkan BukaLapak, yang merespon keluhan negatif pelanggan menjadi sebuah kekuatan untuk mengembangkan aplikasi mereka dengan lebih baik. Mereka tumbuh dari saran dan keluhan para pelanggan, yang direalisasikan menjadi action perbaikan terus menerus.

Bukalapak

Bukalapak

Mbak Liz menyarankan, ketika kita sudah memiliki produk yang jelas, market yang jelas, jangan ragu-ragu untuk segera launch produk itu. Misalnya berupa aplikasi, submit ke Google Play. Setelahnya, kita dengarkan feedback dari para pengguna untuk mengembangkan versi selanjutnya yang lebih baik.

RESOURCES GRATIS

Google menyediakan beberapa resources yang bisa digunakan untuk membantu para developer ataupun startup mengembangkan aplikasi mereka.

  1. google.com/trends
  2. www.gv.com/sprint/
  3. developers.google.com
  4. audit option of Udacity //a. Android for Beginners //b. UX for Mobile
  5. google.com/analytics

Teman-teman tentunya sudah tak asing dengan resources diatas. Salah satunya adalah Google Trends, dimana kita bisa mengetahui trend yang berlangsung di wilayah tertentu dengan kata kunci tertentu, dan kurun waktu yang juga bisa ditentukan sendiri.

Selain itu, mengenali market juga sangat penting. Siapa yang ingin kita bantu dengan solusi yang kita miliki? Contoh seperti dibawah ini.

Cari Masalah

Salah satu latihan Cari Masalah Secara Spesifik

Kita mencari masalah yang dihadapi orang-orang dengan karakter seperti Agung, Mary, dan yang lain dan berusaha membantu mereka dengan sebuah teknologi yang akan membuat hidup mereka lebih mudah. Pola pikir kita akan berubah seperti ini. Kita membantu …. untuk menyelesaikan …. menggunakan …

Polapikir

Meski berlangsung hanya sekitar 3 jam, tetapi training ini cukup membuka mata, bahwa masih banyak potensi yang bisa digali di negeri kita sendiri. Jadi, masalah apa yang menjadi keluhan banyak orang dan bisa kita hadirkan solusinya melalui sebuah aplikasi?

Maliome With Liz Yepsen

Maliome With Liz Yepsen

Merdeka!!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *