All About MALIOME dan Coworking Space #CUASIA2015

All About MALIOME dan Coworking Space #CUASIA2015

Jadi, kemarin tanggal 29-31 Januari 2015, tim Maliome berangkat ke Bali memenuhi undangan HubudBali untuk mengikuti acara CUASIA2015. Sayangnya, founder Maliome kang Irwan tidak bisa hadir karena ada keperluan di Jogja. Untung saja, ada manajemen IndoCPA dan Mobiggr yang turut ke Bali sekalian berlibur.

Berlibur Booss

Nganggo Leren Booss

Apa itu Coworking Space?

Ini yang susah dijelasin. Bahkan, mas Dondi Hananto pendiri @CommaID Jakarta saja susah menjelaskan apa itu coworking space, karena memang tidak ada translate nya ke bahasa Indonesia. Tapi yang menarik, adalah pemahaman yang lebih mudah dari bro Maitri Fischer yang sudah 20 tahun tinggal di Bali dan berdarah Swedia.

Jauhari with Maitri

Jauhari with Maitri

Coworking Space itu warnet yang modern dan professional.

HARI 1 – Coworking Space Unconference Ubud, Bali, Indonesia

29 Januari 2015, tim Maliome berangkat dari Jogja-Bali, istirahat sebentar dan langsung menuju Betelnut. Hari pertama, adalah pertemuan beberapa coworking space di Indonesia. Ada dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan tentu saja Jogja. Ada beberapa hal menarik nih yang perlu diketahui.

Dari @Kumpulco : “Diantara sesama coworking spaces kulturnya kolaboratif, bukan kompetitif”

Nah, jadi antara coworking spaces yang satu dengan yang lain bukanlah kompetitor. Tetapi justru menciptakan iklam kolaboratif yang bisa menghasilkan karya enak-enak.

Selanjutnya, mas @Dondihananto bercerita banyak tentang kultur Coworking Space di Jakarta, tepatnya di @CommaID yang didirikannya. Umumnya, sulit menjelaskan apa itu Coworking space kepada orang awam. Tantangan lain di Jakarta itu ya, you know lah apa yang bikin orang males keluar.

“Coworking ga punya translation di Bahasa Indonesia. Impactnya setiap ditanya kerja di mana ya penjelasannya akan panjang lebar” kata mas @tyohan.

Selanjutnya giliran Maliome yang diwakili @Afithusni untuk sedikit berbagi tentang apa itu Maliome dan bagaimana Maliome berdiri, dan enak-enak lainnya. Bersama dengan @Tyohan dari Hackerspace Bandung, dan juga @StartSurabaya yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah setempat.

Disini, yang utama adalah bagaimana membangun partnership yang akhirnya melahirkan ekosistem yang sehat. Yang tak kalah penting, cah Maliome percaya bahwa koh @AfitHusni adalah “Cahaya Asia”.

Bagaimana bentuk partnership dan kolaborasi itu?

Maliome

Afit Husni

Afit Husni

Maliome didirikan oleh Kang Irwan Kartadipura atau akrab juga dipanggil Mas Charlie, atau juga @PriaMalas, tergantung dikau kenalan sama beliau pakai yang mana. Maliome sebuah coworking tempat ngantolnya beberapa StartUp yang juga sebagian didirikan oleh Kang Irwan. IndoCPA, NGONOO, Mobiggr, dan bakal ada lagi Listeno plus Addotta. Satu lagi, blog paling terkenal di jagat Windows Phone Indonesia, @IdWinPhone juga ngantol di Maliome.

Semua StartUp di Maliome menempati lantai 2. Sementara di lantai 1, terbuka untuk umum siapa saja yang ingin datang ke Maliome, ngobrol sharing, atau bekerja dari sini. Seperti mas @BagusGowes yang juga sering postang posting dari sini.

Di Maliome, ada programmer, ada blogger, ada developer, ada penulis, dan lain-lain. Dari situ muncul kolaborasi positif yang intinya bertujuan enak-enak. Kita bisa saling sharing tentang bahasan sepele, sampai yang super serius. Saling membantu juga jadi kultur. Yang gak ngerti server bisa tanya ke ahlinya. Yang mumet coding bisa tanya ke ahlinya. Begitulah..

Sementara Hackerspace Bandung, juga tak jauh berbeda dimana mereka berusaha memberikan “value” yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Meski tidak banyak member, tetapi kualitas hubungan menjadi yang utama. Sehingga, kolaborasi yang bersifat personal maupun profesional kerap terjadi. @StarSurabaya, mencoba berkolaborasi dengan institusi pendidikan dan juga Pemerintah.

Oiya, satu quote yang penting banget inih buat yang tertarik bikin sebuah coworking space.

Dari @Kumpulco : Kenapa kamu mau bikin coworking space? Kalau karena mau menjadi kaya, forget about it. /Faye

Sharing Coworking Space di Luar Sana

Di hari kedua, bertempat di Arma Restaurant waktunya para pemilik Coworking Space dari luar sana untuk sharing tentang dunia coworking. Ada mba Grace dari @HubSG, orang Singapura yang cukup fasih berbahasa Indonesia sayang belum sempat kenalan. Menurutnya, ada dua jenis orang yaitu yang mengikuti realita dan menciptakan realita. Hmm..

Grace from Hub SG

Grace from Hub SG

Dari Indonesia, diwakili oleh mas Dondi lagi, yang menceritakan bagaimana iklim Coworking di Jakarta. Kota yang penuh dengan kemacetan. Harapan ke depan, semakin banyak Coworking di Indonesia yang bisa saling terhubung (connected) dan berkolaborasi.

Cerita @AimAmarit dari Hubba Thailand juga sangat menginspirasi. Tak seperti di Indonesia yang jumlah Coworking masih bisa dihitung dengan jari. Di Thailand, khususnya di Bangkok saja, sudah ada sekitar 40 Coworking space besar. Bisa dikatakan, orang sudah tidak butuh tempat kerja lagi. Tetapi kunci untuk tetap bertahan, adalah “Innovate, improve and keep evolving!”.

Setelah beberapa speakers sharing tentang Coworking mereka, siangnya dilanjutkan dengan tour ke Hubud Bali sebagai host event ini. Dilanjutkan dengan beberapa sesi sesuai minat para peserta.

Visit GreenSchool Bali

GreenSchool Bali

Sharing di GreenSchool

Tour GreenSchool

Ada yang sudah pernah dengar @GreenSchoolBali? Ini adalah tempat keren yang dibangun dengan aristektur menakjubkan. Banyak hal yang bisa membuat kita berdecak kagum. Untung saja, ada mba Safitri yang mengajak kami berkeliling melihat-lihat dan menceritakan bagaimana setiap sudut GreenSchool dibangun.

MALIOME, What Next?

Jadi, Kang Irwan selaku pendiri @Maliome juga memiliki ide-ide dan pandangan menarik untuk membesarkan Maliome di masa mendatang. Dalam waktu dekat, beliau sedang mempersiapkan sebidang tanah untuk membangun Maliome yang baru, yang lebih besar, dan lebih enak.

Nanti, akan ada space bagi member berbayar seperti Coworking space lainnya. Maliome akan membuat sebuah sistem “One Stop Service” bagi para kreatif yang bekerja di Coworking kita. Bukan hanya tempat untuk bekerja, nantinya juga akan ada aula yang cukup untuk pameran seni, dalam rangka mendukung para pekerja seni di Yogyakarta. Tujuan yang lebih luas, adalah mendukung pariwisata di Yogya khususnya, dengan menyediakan akses untuk para turis berkunjung ke Hackerspace kita menggunakan sepeda dari titik-titik tertentu.

Itu hanya versi bocoran saja, versi lengkapnya ditunggu saja. Semoga bisa direalisasikan dalam waktu tidak terlalu lama. 🙂

“Enaknya bekerja di Coworking Space, adalah bisa menciptakan kolaborasi positif dari berbagai macam karakter orang dan bidang pekerjaan”.

Salam enak-enak !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *